Temukan Dealer

Berapa Batas Legal Kedalaman Alur Ban SUV di Indonesia?

Kedalaman alur ban SUV minimal 1 mm menurut PP 55/2012, sementara indikator TWI menandai batas aman 1,6 mm.

Kedalaman alur ban SUV di Indonesia tidak boleh kurang dari 1 milimeter. Ketentuan itu tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 Pasal 73 dan menjadi dasar penilaian apakah ban Anda masih laik jalan. Angka 1 milimeter adalah batas hukum, bukan batas aman.

Aturan resmi tentang kedalaman alur ban SUV di Indonesia

Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 Pasal 73 menyatakan bahwa kesesuaian kinerja roda dan kondisi ban, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (2) huruf j, mensyaratkan kedalaman alur ban tidak boleh kurang dari 1 milimeter. Ketentuan ini berlaku untuk semua kendaraan bermotor di jalan, termasuk SUV, dan tidak membedakan ukuran maupun jenis ban.

Ban yang alurnya sudah di bawah 1 milimeter membuat kendaraan Anda dinilai tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan. Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 285 mengatur sanksi atas pelanggaran tersebut, dengan denda maksimal Rp500.000 untuk kendaraan bermotor beroda empat atau lebih.

Perbedaan antara batas legal 1 mm dan batas aman 1,6 mm

Dua angka ini sering tertukar, dan akibatnya pengendara menunda penggantian ban jauh lebih lama daripada yang seharusnya. Jika Anda ingin memahami lebih dulu bagaimana kedalaman tapak ban memengaruhi performa, penjelasan dasarnya ada di panduan tersebut. Berikut posisi masing masing angka.

Kedalaman alur

Status

Apa artinya bagi Anda

7 mm sampai 9 mm

Ban baru

Kedalaman alur ban SUV baru, bervariasi menurut model dan pola tapak

4 mm

Batas kinerja off-road

Kemampuan ban all-terrain di medan berat mulai menurun signifikan

1,6 mm

Batas aman dan posisi indikator TWI

Titik penggantian yang direkomendasikan Michelin, masih legal

1 mm

Batas legal minimum menurut PP 55/2012

Batas terakhir sebelum kendaraan dinyatakan tidak laik jalan

Di bawah 1 mm

Melanggar ketentuan

Berisiko tinggi dan dapat dikenai sanksi tilang

Membaca tabel ini dari bawah ke atas memberi gambaran yang lebih jujur. Batas 1 milimeter adalah garis penegakan hukum, yaitu titik ketika kondisi ban sudah tidak dapat dibiarkan. Batas 1,6 milimeter adalah titik ketika ban Anda masih mampu bekerja sesuai rancangannya. Mengejar sisa 0,6 milimeter terakhir berarti menukar kemampuan mengerem di jalan basah dengan pemakaian beberapa ribu kilometer tambahan.

Cara memeriksa kedalaman alur ban SUV dengan indikator TWI

Setiap ban Michelin dilengkapi Tread Wear Indicator, yaitu tonjolan karet kecil di dasar alur utama yang tingginya 1,6 milimeter. Anda tidak memerlukan alat khusus untuk membacanya.

  1. Cari simbol segitiga kecil di bagian bahu atau dinding samping ban, biasanya bertanda TWI.

  2. Ikuti arah segitiga itu ke dalam alur tapak, dan Anda akan menemukan tonjolan karet yang lebih tinggi dari dasar alur.

  3. Bandingkan permukaan tapak di sekitarnya dengan tonjolan tersebut, karena selisih tinggi keduanya adalah sisa kedalaman alur Anda.

  4. Ban sudah mencapai batas aman dan perlu diganti apabila permukaan tapak sudah rata dengan tonjolan TWI.

Periksa keempat ban secara terpisah dan pada beberapa titik di sekeliling tapak, sebab keausan ban SUV sering tidak merata. Ban depan biasanya lebih cepat aus karena menanggung beban kemudi dan pengereman. Jika tapak sudah rata dengan TWI di satu titik saja, ban tersebut sudah mencapai batasnya. Panduan lengkap tentang cara memeriksa keausan tapak ban menjelaskan pola keausan yang perlu Anda kenali, dan untuk pengukuran yang lebih presisi, dealer Michelin terdekat dapat memeriksa kedalaman alur ban Anda dengan alat ukur khusus.

Mengapa ban SUV yang aus lebih berisiko di jalan Indonesia

Alur ban memiliki satu tugas yang tidak bisa digantikan oleh teknologi lain, yaitu membuang air dari bidang kontak agar karet tetap menyentuh aspal. Semakin tipis alurnya, semakin sedikit air yang dapat dialirkan, dan semakin cepat ban kehilangan cengkeraman di jalan basah.

Di Indonesia risiko itu bukan musiman. Hujan deras, genangan di jalan tol, dan permukaan yang licin adalah kondisi sehari hari selama berbulan bulan. Sebuah SUV yang membawa keluarga dan barang bawaan memerlukan jarak pengereman lebih panjang daripada mobil kecil dalam kondisi yang sama, dan jarak itu bertambah lagi ketika alur ban sudah menipis. Bobot serta titik pusat gravitasi SUV yang lebih tinggi juga membuat kendaraan terasa kurang stabil saat harus bermanuver mendadak dengan ban yang aus. Kami membahas persiapan berkendara di cuaca basah lebih jauh dalam panduan strategi berkendara aman saat musim hujan.

Inilah alasan Michelin mengutamakan keselamatan pada angka 1,6 milimeter, dan bukan pada batas hukum 1 milimeter.

Batas kedalaman untuk ban SUV all-terrain dan pemakaian off-road

Jika SUV Anda benar benar digunakan di medan berat, angka acuannya berbeda. Kinerja ban off-road menurun secara signifikan ketika kedalaman alur berada di bawah 4 milimeter, karena pola tapak yang agresif bekerja dengan cara mencengkeram dan membuang lumpur, bukan hanya membuang air. Perbedaan konstruksi dan penamaannya dijelaskan dalam panduan bagaimana ban 4x4 dan off-road diukur dan diklasifikasikan.

Pengguna reguler di medan sulit sebaiknya menetapkan batas penggantian sendiri yang lebih tinggi dari 1,6 milimeter. Untuk pemakaian campuran, yaitu jalan aspal harian dengan akhir pekan di jalur tanah, gunakan 4 milimeter sebagai peringatan awal bahwa kemampuan off-road ban Anda sudah berkurang meski ban tersebut masih sepenuhnya layak untuk jalan raya.

Kondisi ban SUV lain yang perlu diperiksa selain kedalaman alur

Kedalaman alur adalah satu satunya ukuran yang diatur dengan angka, tetapi ban dapat berhenti layak pakai jauh sebelum alurnya habis. Periksa juga hal berikut.

  • Benjolan atau gelembung pada dinding samping menandakan kerusakan struktur di dalam ban dan menuntut penggantian segera tanpa menunggu alur menipis.

  • Keretakan halus pada karet menunjukkan penuaan material, yang dipercepat oleh suhu tinggi dan paparan sinar matahari di iklim Indonesia.

  • Keausan yang tidak merata di sisi dalam atau luar tapak biasanya mengarah pada tekanan angin yang tidak tepat atau pengaturan geometri roda yang perlu disetel.

  • Indeks beban dan indeks kecepatan pada ban pengganti harus sesuai dengan rekomendasi pabrikan SUV Anda, karena ban yang indeksnya lebih rendah tidak dirancang menanggung bobot kendaraan Anda.

  • Tekanan angin yang kurang mempercepat keausan di kedua tepi tapak dan menambah konsumsi bahan bakar, sehingga sebaiknya Anda mengikuti panduan tekanan angin ban SUV yang tepat dan memeriksanya secara rutin.

Rekomendasi Michelin untuk ban SUV Anda

Michelin merancang bannya agar tetap aman digunakan sampai batas keausan 1,6 milimeter. Keahlian kami dalam material memungkinkan penggabungan lebih dari 200 elemen yang membentuk sebuah ban, dan setiap ban Michelin diuji dengan jarak lebih dari satu miliar mil setiap tahun.

Sebagian produsen menyarankan penggantian ban pada kedalaman 3 milimeter. Michelin memilih pendekatan yang berbeda, karena ban yang dirancang untuk bekerja sampai 1,6 milimeter berarti Anda memakai setiap milimeter yang sudah Anda bayar, dengan lebih sedikit ban terbuang dan dampak lingkungan yang lebih rendah.

Kami mendengarkan pengemudi SUV di Indonesia, dan yang mereka butuhkan bukan angka yang membingungkan. Gunakan indikator TWI sebagai penanda, jangan menunggu sampai mendekati batas hukum 1 milimeter, dan pelajari kapan perlu mengganti ban SUV serta ban SUV apa yang Anda butuhkan sebelum Anda memutuskan.

Kapan Perlu Mengganti Ban SUV?

Ban adalah bagian besar dari kelayakan jalan dan performa dari mobil Anda. Biarkan Michelin memberi tahu Anda kapan saat terbaik untuk mengganti ban SUV Anda.

Berapa Tekanan Ban SUV Seharusnya?

Memiliki tekanan ban yang benar sangat penting dalam hal efisiensi, keselamatan, dan berbagai faktor pendorong lainnya.

Apa arti dari SUV?

Kita semua tahu apa itu, apakah Anda tahu apa arti dari SUV? Syukurlah, di Michelin, kami tahu dan dengan senang hati membantu!

FAQ

Lihat FAQ ban mobil

Pertanyaan yang sering diajukan

Kedalaman alur ban tidak boleh kurang dari 1 milimeter, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 Pasal 73. Ketentuan ini berlaku sama untuk SUV dan mobil penumpang.

Ban dengan kedalaman alur di bawah 1 milimeter membuat kendaraan dinilai tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan. Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 285 mengatur sanksi untuk pelanggaran ini, dengan denda maksimal Rp500.000 bagi kendaraan beroda empat atau lebih.

Ban SUV baru umumnya memiliki kedalaman alur antara 7 dan 9 milimeter, bervariasi menurut model dan pola tapak yang Anda pilih.

Ban yang sudah mencapai TWI perlu diganti, dan penggantian dalam satu sumbu secara berpasangan menjaga keseimbangan cengkeraman antara sisi kiri dan kanan. Diskusikan kondisi keempat ban Anda dengan dealer Michelin agar penggantian sesuai pola keausan yang sebenarnya.

Periksa ban SUV Anda hari ini

Pemeriksaan indikator TWI hanya memerlukan waktu dua menit dan tidak membutuhkan alat apa pun. Jika tapak ban Anda sudah mendekati tonjolan TWI, temukan ban SUV Michelin yang sesuai dengan ukuran dan kebutuhan kendaraan Anda, atau kunjungi dealer Michelin terdekat untuk pemeriksaan kedalaman alur secara menyeluruh.