Aktivitas terbaru
Anda
!

Selamat Datang di toolbox Anda!

Kami telah menyimpan informasi penting dari pencarian sebelumnya untuk mempermudah Anda

???private_mode_title???

???private_mode_text???

Ban terakhir yang dilihat

Dealer terakhir yang dilihat

Pencarian terakhir

Bagaimana ban dibuat?

Salah satu faktor utama yang berkontribusi dalam ketepatan kontrol kemudi dan reaktivitas adalah sifat kaku dari desain tapak tersebut.

Bagaimana ban dibuat?

Ban merupakan satu-satunya bagian mobil yang menyentuh jalan. Ban harus menemukan keseimbangan antara traksi, kenyamanan, daya tahan, efisiensi energi, dan keseluruhan biaya. Sebagai akibat dari kebutuhan yang bersaing ini, desain dan pembuatan ban menjadi lebih rumit dari yang Anda kira.

Ambil, sebagai contoh, telepon pintar. Telepon pintar tampak jauh lebih kompleks dari sebuah ban. Namun sesungguhnya di sepanjang pengembangannya, jumlah penelitian dan teknologi yang sama juga diperlukan untuk ban.

Tahap-tahap pembuatan ban

1. Memahami melalui penelitian

Kami mempelajari penggunaan ban dan kebiasaan mengemudi orang untuk memastikan bahwa ban kami memenuhi kebutuhan setiap pengguna.

2. Mengembangkan dan memadukan material

Lebih dari 200 bahan diperlukan untuk membuat sebuah ban. Bahan-bahan tersebut berperan penting dalam keselamatan, efisiensi bahan bakar, performa, dan kualitas ramah lingkungannya.

Komponen ini masuk dalam lima kelompok:

  • Karet alami: komponen utama dari lapisan tapak
  • Karet sintetis: bagian dari tapak mobil, van, dan ban 4x4
  • Karbon hitam dan silika: digunakan untuk bahan penguat untuk meningkatkan daya tahan
  • Kabel penguat tekstil dan metalik: "kerangka" ban, yang membuat bentuk geometri dan memberikan sifat kaku.
  • Berbagai bahan kimia: untuk sifat-sifat unik seperti resistansi gulir rendah atau daya cengkeram ultra tinggi

3. Mendesain

Kami menciptakan beragam desain dan menggunakan simulasi untuk menguji dan memilih konsep ban terbaik untuk dikembangkan.

4. Memproduksi

Kami dengan piawai membuat setiap ban melalui pembuatan dengan tangan dan mesin. Jika diperlukan, kami menciptakan mesin sendiri untuk mencapai sasaran kami.

5. Kendali Mutu

Kendali mutu bukan hanya suatu tahap akhir. Kami mengukur kualitas di sepanjang proses.

Kami melakukan pengujian ban setara 1 miliar mil lebih per tahun – setara dengan mengemudi mengelilingi planet 40 kali.

Bagaimana desain ban
memengaruhi performa ban?

Desain tapak ban – alur dan pola dalam karet di bagian atas permukaan ban – penting bagi performa ban. Desain tapak berperan penting dalam daya cengkeram ban Anda dalam jenis kondisi mengemudi yang berbeda serta dapat memengaruhi keselamatan dan kenyamanan mengemudi Anda.

Keselamatan – contoh daya cengkeram jalan yang basah

Untuk memahami peran tapak ban di jalan yang basah, bayangkanlah sebuah pompa air. Semakin banyak saluran dalam tapak ban Anda, semakin baik ban itu memompa air keluar di antara ban dan jalan. Hebatnya, tapak ini dapat memindahkan air hanya dalam hitungan milidetik. Ban 195/65 R 15, contohnya, dapat memindahkan hampir 15 liter air per detik.

Elemen desain yang memengaruhi daya cengkeram kondisi basah:

  • Rasio alur: Semakin banyak/besar alur ban, semakin baik ban memompa air keluar.
  • Bentuk dan tata letak: Bentuk dari pola tapak (simetris, searah, asimetris) menentukan seberapa cepat air dikeringkan.
  • Sipe: Ini adalah celah tipis pada permukaan karet dari tapak tersebut. Sipe meningkatkan traksi dalam kondisi es atau basah. Bertindak seperti pembersih kaca depan, sipe membantu tepian dan alur ban untuk mengeringkan air.

Kenikmatan mengemudi – contoh daya cengkeram jalan yang kering

Salah satu faktor utama yang berkontribusi dalam ketepatan kontrol kemudi dan reaktivitas adalah sifat kaku dari desain tapak tersebut.

Elemen desain yang memengaruhi daya cengkeram pada kondisi kering:

  • Profil (bentuk) ban: Profil rata dengan bahu kotak memberikan dukungan yang baik dalam menikung.
  • Jumlah alur: Semakin kecil persentase alur dalam pola tapak, semakin banyak karet dalam ban yang langsung menyentuh tanah dan semakin baik tingkat daya cengkeramnya.
  • Blok tapak: Semakin besar blok karet tapak individu pada desain, semakin baik traksinya. Namun, ini juga dapat menghasilkan kebisingan jalan yang lebih besar.
  • Sipe mengunci sendiri: Blok tapak dengan banyak sipe akan mengurangi sifat kaku dari pola tapak. Untuk mengimbangi efek ini, kami telah memperkenalkan sipe 3 dimensi kompleks yang mengunci secara bersamaan berdasarkan bebannya.

Bagaimana struktur ban itu?

Ban radial yang umum terdiri dari sembilan bagian utama.

Lapisan bagian dalam:

Lapisan karet sintetis yang kedap udara (ini padanan modern untuk ban dalam).

Lapisan Karkas:

Lapisan di atas lapisan bagian dalam, yang terdiri dari kawat (atau kabel) serat tekstil tipis yang diikatkan pada karet. Kabel ini sebagian besar menentukan kekuatan ban dan membantunya menahan tekanan. Ban standar berisi sekitar 1.400 kawat, yang masing-masing dapat menahan kekuatan sebesar 15 kg.

Area bead bagian bawah:

Inilah tempat ban karet mencengkeram velg metal. Tenaga dari mesin dan upaya pengereman dipindahkan dari velg ban ke area kontak dengan permukaan jalan.

Bead:

Bead ini menjepit dengan kuat pada velg ban untuk memastikan kedap udara yang pas dan menjaga ban tetap berada pada velgnya dengan tepat. Setiap kawat dapat menanggung beban hingga 1.800 kg tanpa risiko putus. Terdapat delapan kawat pada mobil Anda – dua per ban. Kekuatan resistansi yang besar ini mampu menanggung beban 14.400 kg. Rata-rata mobil berbobot sekitar 1,500 kg.

Dinding samping:

Bagian ini melindungi sisi ban dari benturan dengan trotoar dan jalan. Detail penting tentang ban ditulis pada dinding samping, seperti lebar ban dan peringkat kecepatan.

Lapisan wadah:

Bagian ini sangat menentukan kekuatan ban. Lapisan ini terdiri dari kawat baja yang sangat halus dan bersifat resistan serta diikatkan ke karet. Ini berarti ban dapat menahan tegangan saat menikung, dan tidak melebar karena perputaran ban. Lapisan ini juga cukup fleksibel untuk menyerap perubahan bentuk yang disebabkan tonjolan, lubang, dan rintangan lain di jalan.

Lapisan tudung (atau sabuk pengikat "derajat nol"):

Lapisan penting untuk keselamatan ini mengurangi pemanasan gesekan dan membantu menjaga bentuk ban saat mengemudi cepat. Untuk mencegah pemelaran sentrifugal ban, kawat penguat berbahan nilon ditanam dalam lapisan karet dan diletakkan di sekeliling lingkar ban.

Lapisan Crown (atau sabuk pengikat):

Lapisan ini memberikan dasar tapak yang kuat.

Tapak:

Tapak memberikan traksi dan mengubah daya cengkeram untuk ban, serta didesain untuk menahan keausan, abrasi, dan panas.